Rabu, 18 Mei 2011

kunci kecil



Sebuah gembok dengan kokoh mengunci pintu pagar. Lalu, datanglah sebatang tongkat besi yang gagah perkasa. Ia mengerahkan seluruh tenaganya, tapi tetap saja tak mampu membuka gembok itu.

Kemudian, datanglah sebuah kunci kecil. Dengan ringan kunci itu berputar. Terdenga satu suara ringan, ‘klik’ & terbukalah gembok itu.

Batang besi tak habis pikir atas kejadian itu, maka dia bertanya, “Mengapa aku yang setengah mati mengerahkan tenaga tak bisa membukanya tapi kamu yang kecil dengan mudahnya berhasil?”
Kunci menjawab, “Itu karena aku memahami isi hatinya.”

Sahabat yang Luar Biasa!


Hati setiap manusia ibarat "pintu yang tergembok"!
Maka, "batangan besi" yang paling kokoh pun tak bisa membukanya.
Perhatian & kasih sayang akan mengubah kita menjadi sebuah "kunci kecil" yang akan dapat memahami & membuka pintu hati orang lain. Setuju?

Salam sukses Luar Biasa!

(Andri Wongso)

Selasa, 17 Mei 2011

Kamis, 12 Mei 2011

H. Agus Salim (1884-1954)



MEMIMPIN MENDERITA
Haji Agus Salim yang semula dikenal sebagai Masyhudul Haq seorang ahli bahasa yang handal. tidak kurang dari sembilan bahasa asing ia kuasai, seperti bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Turki dan Jepang, bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Agus Salim yang dilahirkan di Kota Gadang, Sumatera Barat pada tanggal 8 Oktober 1884 itu juga seorang otodidak yang menakjubkan. Sehabis menamatkan HBS (SMP dan SMA Belanda), ia bekerja sebagai penterjemah dan notaris.
Kesempatan untuk belajar itu didapatnya ketika bekerja sebagai pegawai Konsulat Belanda di Jeddah, Saudi Arabia. Pengetahuan agama Islam dapat diperdalam sekaligus dipelajari seluk beluk diplomasi Kepandaiannya itu diturunkan pada anak-anaknya dengan tidak mengirim mereka ke sekolah Belanda tetapi mendidiknya sendiri.
Untuk menyalurkan aspirasi politiknya, Agus Salim masuk Sarekat Islam (SI). Karena keaktifan dan kepandaiannya, ia diangkat sebagai anggota Pengurus Pusat. la merupakan salah seorang tokoh yang mengupayakan pembersihan organisasi dari ideologi komunisme yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Konsekwensi dari kebijakan itu adalah pengeluaran orang-orang komunis.
Di samping keanggotaannya dalam SI, ia memimpin beberapa surat kabar sebagai sarana untuk mencurahkan aspirasi politiknya. Pada tahun 1929 SI berubah menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) Pada tahun yang sama, Agus Salim diangkat sebagai penasihat teknis delegasi Serikat Buruh Negeri Belanda dalam Konperensi Buruh Intemasional di Jenewa, Swiss. Dalam konfererisi itu, ia mendapat kesempatan untuk berpidato dalam bahasa Perancis yang fasih. Banyak anggota delegasi yang kagum karena kemampuannya berbahasa dan berpidato sehingga sangat menaikkan nama Indonesia dalam forum intemasional.
Ketika H.O.S. Tjokroaminoto wafat pada tahun 1934, Haji Agus Salim diangkat menjadi Ketua partai itu.
Dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), ia duduk sebagai anggota. Dalam kedudukan itu, ia terlibat aktif dalam "Panitia kecil perancang undang-undang dasar" bersama dengan antara lain- Prof Dr. Supomo, Wongsonegoro, Ahmad Subardjo, A,A. Maramis. Berbagai jabatan lain diembannya setelah Proklamasi Kemerdekaan, seperti anggota Dewan Pertimbangan Agung, Menteri Muda Luar Negeri pada masa Kabinet Syahrir I (14 November 1945 -12 Maret 1946) dan Kabinet Syahrir II (12 Maret 1946 - 2 Oktober 1946).
Ketika Belanda melakukan agresi dengan merebut Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1948, dalam Agresi Militer II, Haji Agus Salim ditangkap bersama pemimpin-pemimpin negara seperti Presiden Soekamo dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Bersama dengan Soekamo dan Syahrir, dia diasingkan ke Bengkulu.
Karena sangat gugup dan usianya yang lanjut, Haji Agus Salim merasa tubuhnya tidak sehat. Kepalanya terasa sakit tak tertahankan. Seorang tentara Belanda yang ditugasi menjaganya bukanlah perwira atau orang terpelajar. Sebagai musuh yang berpikiran jujur dan turut merasakan perjuangan bangsa Indonesia, dia memeluk kepala pejuang tua itu dan meletakkan di pahanya selama dalam perjalanan. Ketika pesawat itu mendarat, Soekamo secara pribadi mengucapkan terimakasih atas sikap kemanusiaan prajurit itu. Setelah ia dibebaskan dan pengakuan kedaulatan diberikan kepada RI, ia memangku jabatan menteri luar negeri dalam Kabinet Hatta (20 Desember 1949 - 6 September 1950). Haji Agus Salim wafat pada tanggal 4 November 1954 di Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Dikisahkan oleh Mohammad Roem, H. Agus Salim beberapa kali pindah rumah semasa di batavia yang semuanya rumah sederhana dimana hanya satu ruangan yang dipakai untuk keluarga, ruangan yang lebih besar justru digunakan untuk pertemuan dan diskusi, Seorang yg pernah bertamu (Kasman Singodimejo) berujar LEIDEN IS LIJDEN (MEMIMPIN ITU MENDERITA)

Selasa, 26 April 2011

my Uniform




Suatu ketika, dijam istirahat kerja, aq harus pergi ke sebuah Bank yang tidak jauh dari kantor. Tanpa dinyana ternyata ada rekan sekantor yang melihat aq diluar kawasan perusahaan dengan seragam kerjaq, dengan cueknya beliau menegurq karena aq memakai identitas perusahaan, dengan naifnya aq tanya " emangnya kenapa?" beliau bilang " emang ngga malu?"
Aq heran, napa harus malu?, perusahaan yang telah memberikan aq penghasilan sehingga aq bisa menghidupi keluarga, walau saat ini perusahaan sedang berjuang keras menghadapi berbagai rintangan dan hambatan, setidaknya penghasilan tiap bulan masih lancar hingga saat ini, membuat aq tidak punya alasan untuk tidak berbangga.
Uniform... hmmm hakikatnya memang sebuah identitas "A uniform is a set of standard clothing worn by members of an organization while participating in that organization's activity" katanya sih begitu.
Lantas jika qtanya sendiri aja tidak bangga dengan tempat dimana ladang qta mencari rizki knapa qta masih berada didalamnya?
Bersyukur, dan berusaha untuk merasa cukup walau tetap berusaha bekerja maksimal, berprinsip tidak melakukan ala kadarnya jika bisa berbuat yang luar biasa...
Walau beberapa rekan menyebutq NAIF ...biarin lah!

Senin, 28 Februari 2011

Baby



mimiiiii cucuuuuuu

Kamis, 17 Februari 2011

Presentasi CPI 2010





Continuous Process Improvement, merupakan kegiatan perbaikan yang berkesinambungan oleh karyawan dan tidak terpisahkan dengan pekerjaannya yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, mutu, kecepatan penyelesaian pekerjaan, penghematan biaya, sehingga mendukung kepuasan karyawan dan pelanggan.
Setiap karyawan diwajibkan untuk terlibat dalam proyek CPI yang diadakan per 3 bulan. Diawali dengan permasalahan di area kerja dan kerjasama yang kompak, kami mencoba membuat sebuah alat bantu yang sederhana untuk membantu proses satu pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut menjadi lebih mudah dan efisien.
Alhamdulillah dari 49 proyek yang masuk ke Panitia, proyek kami termasuk dalam 3 besar proyek terbaik. walau tidak menjadi nomer 1, namun tidak mengurangi rasa syukur dan berharap proyek ini dapat bermanfaat